Menurut Kantor Berita ABNA, Wakil Presiden Iran Ishaq Jahangiri dalam pembicaraan melalui telpon dengan Ayatullah al-Uzhma Jafar Subhani menyampaikan duka atas masuknya peringatan Hari Arbain Husaini dan mengatakan, "Tahun ini, dengan adanya pandemi tersebarnya virus Corona membuat warga terpaksa mengadakan peringatan Hari Arbain dengan cara yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya."
Wakil Presiden Iran ini menegaskan bahwa pemerintah terpaksa mengeluarkan larangan keras kepada warga Iran untuk tidak melakukan perjalanan ke Karbala Irak, karena sedang dalam upaya mesukseskan program nasional untuk menekan laju kenaikan warga yang terpapar Corona. Ia berkata, "Rakyat Iran hari ini mengalami kondisi yang sulit, dan kami pemerintah tidak bisa melonggarkan aturan sebab akan kembali memicu meningkatnya jumlah korban. Karena itu kami meminta dukungan ulama agar bisa memberikan petunjuknya, apa yang semestinya dilakukan masyarakat dalam kondisi seperti ini."
"Kami selama ini berterimakasih kepada para ulama, yang turut menyampaikan hal semestinya kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa mematuhi protokoler kesehatan." Tambahnya.
Ayatullah al-Uzhma Jafar Subhani dalam pembicaraan via telepon tersebut menyampaikan terimakasih atas usaha dan kerja keras pemerintah dan semua perangkatnya dalam melakukan penanganan atas tersebarnya Covid 19 di Iran. Ia berkata, "Sudah menjadi kewajiban bagi kita semua untuk mematuhi protokoler kesehatan yang telah ditetapkan otoritas pemerintah dan kesehatan, sebab syariat mewajibkan agar kita tidak membawa bahaya dan kerugian pada orang lain."
"Kami mendukung upaya-upaya pemerintah dalam upaya menangani dan mengatasi kondisi sulit ini." Tambahnya.
Di bagian akhir penyampaiannya, Ayatullah Subhani menegaskan bahwa dengan adanya pandemi maka melakukan perjalanan ke Irak untuk turut memperingati Hari Arbain Husaini tidak dibenarkan. Ia juga menyebutkan, ia akan mengeluarkan fatwa tertulis mengenai hal tersebut.